Lebih dari Sekadar Berkurban, TurunTangan Bekasi Ciptakan Ruang Kebahagiaan dan Kebersamaan untuk Sesama

BEKASI – Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan semangat berbagi dan kepedulian. Namun bagi TurunTangan Bekasi, makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan hewan atau pembagian daging semata. Idul Adha adalah momentum untuk mempererat hubungan antarmanusia, menumbuhkan rasa empati, serta menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama. Semangat itulah yang diwujudkan melalui kegiatan “Pesta Kurban”, sebuah program sosial yang menghadirkan pengalaman berbagi secara lebih hangat, dekat, dan bermakna.

Untuk pertama kalinya, Pesta Kurban digelar di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026). Mengangkat tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”, kegiatan ini berhasil menyatukan relawan, santri, donatur, dan masyarakat sekitar dalam sebuah perayaan yang penuh kehangatan dan nilai kemanusiaan.

Sejak pagi hari, suasana pesantren sudah terasa berbeda. Halaman yang biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari dipenuhi oleh semangat para relawan yang datang dengan tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi sesama. Bersama para santri dan warga sekitar, mereka bekerja bahu-membahu menyukseskan setiap rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.

Sebanyak sebelas ekor hewan kurban disembelih dan diproses selama kegiatan berlangsung. Mulai dari penyembelihan, pemotongan, penimbangan, hingga pengemasan daging dilakukan secara gotong royong. Tidak ada batas antara relawan, santri, maupun masyarakat. Semua terlibat aktif dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

TurunTangan Bekasi sengaja menghadirkan konsep yang berbeda dari kegiatan kurban pada umumnya. Alih-alih hanya berfokus pada distribusi daging, mereka menciptakan ruang yang memungkinkan setiap orang menjadi bagian dari proses berbagi tersebut.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, kegiatan dibagi ke dalam empat zona utama. Pojok Potong Kurban menjadi area utama proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban. Lapak Berbagi Daging menjadi pusat distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama menjadi ruang kolaborasi antara relawan dan para santri. Sementara Santap Berjamaah menjadi titik temu seluruh peserta untuk menikmati hasil masakan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Keempat zona tersebut dirancang agar seluruh peserta dapat merasakan pengalaman yang lebih menyeluruh. Mereka tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan kebaikan yang dibangun bersama.

Penanggung jawab kegiatan, Fitri Nur Azizah, menjelaskan bahwa Pesta Kurban lahir dari keinginan untuk menghadirkan makna Idul Adha yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan ruang yang membuat semua orang merasa memiliki dan terlibat. Ketika relawan, santri, dan masyarakat bisa berkumpul, bekerja sama, dan berbagi kebahagiaan, di situlah nilai kurban menjadi lebih hidup dan bermakna,” ujarnya.

Kebersamaan yang telah terbangun sejak pagi semakin terasa ketika agenda Masak Besar Bersama dimulai menjelang sore hari. Pada kegiatan ini, TurunTangan Bekasi menggandeng Fahmi Prachaya Rungroj atau yang akrab dikenal sebagai Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.

Kehadiran Chef Ami memberikan pengalaman yang berbeda bagi para santri. Dengan pendekatan yang santai dan penuh semangat, ia mengajak seluruh peserta untuk terlibat langsung dalam proses memasak. Dapur pesantren pun berubah menjadi ruang belajar yang penuh interaksi dan keceriaan.

Para santri terlihat sangat antusias saat membantu menyiapkan bahan makanan, mencampur bumbu, hingga mengaduk masakan dalam kuali besar. Aroma rempah-rempah yang harum memenuhi area pesantren, menciptakan suasana yang semakin akrab dan menggugah selera.

Bersama Chef Ami, para relawan dan santri berhasil mengolah hidangan yang kemudian dinikmati oleh sekitar 200 peserta yang hadir. Namun lebih dari sekadar menyajikan makanan, proses memasak bersama itu menjadi sarana untuk mempererat hubungan, membangun kerja sama, dan menciptakan kenangan yang tidak terlupakan.

Menurut Chef Ami, kegiatan seperti Pesta Kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar karena mampu mempertemukan banyak orang dalam satu semangat kebaikan.

“Saya merasa sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Melihat semua orang saling membantu dan bekerja sama dengan tulus memberikan energi positif yang luar biasa. Ini bukan hanya tentang memasak atau berbagi makanan, tetapi tentang membangun kebersamaan yang nyata,” ungkapnya.

Tidak hanya memasak bersama, para relawan juga mengajak santri mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama. Gelak tawa terdengar di berbagai sudut pesantren, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan.

Bagi para santri, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Mereka tidak hanya mendapatkan manfaat dari kegiatan kurban, tetapi juga merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan yang mungkin jarang mereka temui dalam keseharian.

Menjelang sore, para relawan kembali melanjutkan misi berbagi melalui distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Proses ini menjadi wujud nyata dari komitmen TurunTangan Bekasi untuk memastikan manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kebersamaan masih berlanjut melalui acara bakar sate bersama pada malam hari. Seluruh peserta berkumpul dalam suasana santai, menikmati hidangan, dan berbagi cerita setelah seharian penuh menjalani berbagai aktivitas bersama.

Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi berhasil menunjukkan bahwa kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, mempererat hubungan sosial, dan menciptakan kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama. Di tengah kehidupan yang semakin individual, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan mampu menyatukan banyak orang dalam satu tujuan mulia. Dengan semangat tersebut, TurunTangan Bekasi berharap Pesta Kurban dapat terus berkembang menjadi gerakan tahunan yang menjangkau lebih banyak masyarakat dan menginspirasi semakin banyak orang untuk berbagi kebaikan tanpa batas.